Suku kuno Gael meyakini bahwa pada tanggal 31 Oktober, batas dunia orang mati dan dunia orang hidup akan terbuka. Orang yang telah mati diyakini akan berbahaya bagi orang hidup akan membawa penyakit serta menghancurkan hasil panen. Di saat memperingati perayaan itu, masyarakat Gael akan menghidupkan api unggun guna membakar tulang belulang dari binatang yang mereka sembelih. Masyarakat Gael memakai kostum serta topeng dan pura-pura menjadi arwah jahat maupun mencoba berdamai dengan arwah jahat itu.
Pada saatini perayaan Hallowen diperingati anak-anak dengan cara mengenakan kostum seram atau yang mengerikan, kemudian berkeliling dari rumah ke rumah tetangga meminta permen maupun cokelat sembari berucap “Trick or treat!” Perkataan itu merupakan sebuah “ancaman” yang bermakna “Berikan sesuatu untuk kami atau akan kami jahili.” Namun di masa kini, anak-anak umumnya tak lagi menjahili tempat tinggal orang yang tak memberikan permen atau cokelat. Sejumlah anak-anak masih juga ada yang menjahili rumah orang yang pelit lewat cara menghias pohon di depan rumah mereka menggunakan tisu kamar mandi juga menulisi jendela menggunakan sabun mandi.
Labu Menjadi Ikon Hallowen
Ikon perayaan Hallowen yang dipahami secara mendunia ialah buah labu yang diukir membuat bentuk atau rupa “menyeramkan” yang dinamakan jack-a-lantern. Pada bagian dalam jack-a-lantern umumnya ditempatkan lilin menyala maupun lampu supaya tampak menyeramkan pada tempat gelap. Di wilayah Amerika, lentera jack-a-lantern kerap ditempatkan di depan pintu masuk rumah selepas hari mulai malam. Kebiasaaan mengukir jack-a-lantern sendiri bermula dari Amerika Utara yang tidak sedikit menghasilkan labu dengan ukuran jumbo.sumber:http://duniasejarah.com/perayaan/lebih-mengenal-sejarah-hallowen.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar